{"id":560,"date":"2016-05-11T23:25:50","date_gmt":"2016-05-11T23:25:50","guid":{"rendered":"http:\/\/test.kriesi.at\/enfold-gym\/?page_id=560"},"modified":"2023-03-02T02:50:54","modified_gmt":"2023-03-02T02:50:54","slug":"sejarah","status":"publish","type":"page","link":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/?page_id=560","title":{"rendered":"Profil"},"content":{"rendered":"<div id='av_section_1'  class='avia-section header_color avia-section-large avia-no-border-styling  avia-bg-style-scroll  avia-builder-el-0  el_before_av_layout_row  avia-builder-el-first   container_wrap sidebar_right' style='background-color: #3caa23;  '  ><div class='container' ><main  role=\"main\" itemprop=\"mainContentOfPage\"  class='template-page content  av-content-small alpha units'><div class='post-entry post-entry-type-page post-entry-560'><div class='entry-content-wrapper clearfix'>\n<div  style='padding-bottom:10px; color:#cecece;font-size:70px;' class='av-special-heading av-special-heading-h1 custom-color-heading blockquote modern-quote  avia-builder-el-1  avia-builder-el-no-sibling  av-inherit-size '><h1 class='av-special-heading-tag '  itemprop=\"headline\"  >Pengantar<\/h1><div class='special-heading-border'><div class='special-heading-inner-border' style='border-color:#cecece'><\/div><\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/main><!-- close content main element --><\/div><\/div><div id='av-layout-grid-1'  class='av-layout-grid-container entry-content-wrapper alternate_color av-flex-cells     avia-builder-el-2  el_after_av_section  avia-builder-el-last  submenu-not-first container_wrap sidebar_right' style=' '  >\n<div class=\"flex_cell no_margin av_one_half  avia-builder-el-3  el_before_av_cell_one_half  avia-builder-el-first   \"  style='vertical-align:middle; padding:100px; ' ><div class='flex_cell_inner' ><p><div  class='avia-image-container  av-styling-    avia-builder-el-4  el_before_av_textblock  avia-builder-el-first  avia-align-center '  itemprop=\"image\" itemscope=\"itemscope\" itemtype=\"https:\/\/schema.org\/ImageObject\"  ><div class='avia-image-container-inner'><div class='avia-image-overlay-wrap'><img class='wp-image-1748 avia-img-lazy-loading-not-1748 avia_image' src=\"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1.jpg\" alt='' title='yes-scaled' height=\"1707\" width=\"2560\"  itemprop=\"thumbnailUrl\" srcset=\"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1.jpg 2560w, http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1-300x200.jpg 300w, http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1-1030x687.jpg 1030w, http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1-768x512.jpg 768w, http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1-1536x1024.jpg 1536w, http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1-2048x1366.jpg 2048w, http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1-1500x1000.jpg 1500w, http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/yes-scaled-1-705x470.jpg 705w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/div><\/div><\/div><br \/>\n<section class=\"av_textblock_section \"  itemscope=\"itemscope\" itemtype=\"https:\/\/schema.org\/CreativeWork\" ><div class='avia_textblock  '   itemprop=\"text\" ><p style=\"text-align: justify;\">Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Pembangunan sektor pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi sumber daya alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketahanan pangan nasional merupakan pondasi utama pembangunan nasional lima tahun ke depan. Kondisi ketahanan pangan nasional yang akan dicapai adalah terpenuhinya kebutuhan pangan yang cukup, bergizi seimbang, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Pencapaian ketahanan pangan nasional memerlukan dukungan penuh khususnya dari revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan. Sementara itu, revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan juga dilaksanakan untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing di pasar global secara efisien dan modern untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<\/div><\/section><\/p>\n<\/div><\/div><div class=\"flex_cell no_margin av_one_half  avia-builder-el-6  el_after_av_cell_one_half  avia-builder-el-last   \"  style='vertical-align:top; padding:30px; ' ><div class='flex_cell_inner' ><section class=\"av_textblock_section \"  itemscope=\"itemscope\" itemtype=\"https:\/\/schema.org\/CreativeWork\" ><div class='avia_textblock  '   itemprop=\"text\" ><p style=\"text-align: justify;\">Peningkatan produksi pangan telah mampu meningkatkan ketersediaan karbohidrat (energi) dan protein bagi masyarakat. Tingkat kecukupan konsumsi pangan yang direkomendasikan adalah untuk energi sebesar 2.000 kkal\/kapita\/hari dan untuk protein 52 gram\/kapita\/hari. Tingkat ketersediaan energi mencapai sebesar 3.737 kkal\/kapita\/hari, sementara konsumsi energi rata-rata penduduk Indonesia adalah sebesar 2.025 kkal\/kapita\/hari. Tingkat ketersediaan protein (sekitar 83,65 gram\/kapita\/hari) juga telah melebihi angka konsumsi protein rata-rata sebesar 56,7 gram\/kapita\/hari. Membaiknya kondisi ketersediaan dan konsumsi pangan masyarakat tersebut berpengaruh pula pada peningkatan kualitas konsumsi pangan yang ditunjukkan oleh peningkatan skor Pola Pangan Harapan dari 74,9 menjadi sebesar 82,9.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu sumber protein hewani yang banyak tersedia di Indonesia adalah ikan. Selain harganya terjangkau, ikan juga mempunyai kandungan gizi serta asam amino yang sangat penting untuk kesehatan. Ketersediaan ikan untuk konsumsi masyarakat Indonesia juga meningkat. Angka konsumsi ikan nasional tahun 2020 sebesar 56,39 kg\/kapita. Angka ini naik 3,47% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 54,5 kg\/kapita. Selama 10 tahun terakhir, angka konsumsi ikan nasional cenderung meningkat. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan produksi, pengembangan informasi dan promosi pemasaran hasil perikanan di dalam negeri, diantaranya peningkatan kampanye gerakan gemar makan ikan. Selain berperan penting dalam pembangunan ketahanan pangan nasional, sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan juga berkontribusi penting dalam perekonomian nasional terutama kontribusi untuk produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, serta pembentukan devisa negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<\/div><\/section><br \/>\n<section class=\"av_textblock_section \"  itemscope=\"itemscope\" itemtype=\"https:\/\/schema.org\/CreativeWork\" ><div class='avia_textblock  '   itemprop=\"text\" ><p style=\"text-align: justify;\">Sektor pertanian merupakan sektor penting dalam menopang kehidupan manusia yang sangat tergantung pada faktor teknis dan lingkungan. Selama bertahun-tahun sistem pertanian yang ada selalu mengandalkan penggunaan input kimiawi yang berbahaya untuk meningkatkan hasil atau produksi pertanian. Peningkatan input energi seperti pupuk kimia, pestisida maupun bahan kimia lainnya dalam pertanian dengan tanpa melihat kompleksitas lingkungan disamping membutuhkan biaya usaha tani yang tinggi, juga merupakaan penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan. Hal ini menuntut adanya penerapan teknologi yang dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah penerapan sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan yaitu dengan pengelolaan sumberdaya secara efektif dari segi ekologi maupun ekonomi. Pertanian ramah lingkungan adalah merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usaha tani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan serta diterima secara sosial budaya dan berisiko rendah atau tidak merusak atau mengurangi fungsi lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<\/div><\/section><\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/560"}],"collection":[{"href":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=560"}],"version-history":[{"count":26,"href":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/560\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1901,"href":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/560\/revisions\/1901"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/semnasfpp.ump.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}